Semua hanya masalah waktu , waktu bagi kaum terdidik untuk terjun langsung mendidik generasi penerus bangsa . Kelas Inspirasi Nganjuk telah membuktikanya , dengan sehari mengajar di sekolah dasar , Para Profesional rela cuti sehari merelakan tenaga,waktu dan pikiranya untuk melihat secara dekat bahwa anak-anak ( Read : SD ) perlu diberikan bimbingan , pengarahan dan di tunjukan role model secara nyata tentang mimpi dan cita-cita .
Saya pribadi adalah bagian dari salah satu dari relawan pengajar , mengajar adalah bukan sebuah “ Pasion “ . tapi , saat ini mengajar adalah tugas kita bersama , bukan hanya guru , lembaga pendidikan dan dinas pendidikan tapi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Kali ini saya berkesempatan melihat anak hebat bangsa dari dekat di SDN BAJULAN IV , sebuah SD yang begitu sangat sederhana di kecamatan loceret ini hanya mempunyai 3 ruang kelas , setiap kelas di isi 2 kelas ( Misal kelas 1 dan kelas 2 ) , ruang kelas yang begitu sederhana itu hanya di beri sekat sebuah triplek yg sudah kusam dan tidak layak pakai , dan sekolah inipun tidak memiliki sarana dan prasarana ( perpustakaan , mushola ,dll ) seperti yang memadai seperti SD di Kota . saya tidak akan banyak cerita menyedihkan tentang sekolah ini , tapi saya akan bercerita bagaimana mimpi-mimpi anak itu yang begitu membanggakan . sekolah boleh tidak layak , jarak sekolah dari rumah boleh puluhan kilometer tetapi semangat belajar anak – anak SDN BAJULAN IV tidak boleh di pandang sebelah mata .
SD yang berjarak 20 KM dari pusat kota nganjuk ini hanya memiliki 60 siswa , datang kedua kali di SD ini saat hari Inspirasi tanggal 29 september 2014 membuat saya begitu semangat di pagi harinya , seperti ada sebuah kekuatan besar untuk memanjakan anak –anak ( SD ) selama seharian , entahlah ini mungkin sebuah cara saya untuk mengabdi pada bangsa dan Negara , berangkat jam 6 pagi bersama Akbar ( fasilitator ) , Aldea ( Inspirator - Konsultan) , Lia ( Inspirator – Pengusaha ) , Adiarsa ( Inspirator – dokter hewan ) , Arif ( fotografer ) ,adinda ( Fotografer ) dan Anggit ( Panitia ) . kami adalah tim yang seharian itu mencoba menstransfer ilmu dengan cara yang sederhana , mencoba melihat secara dekat jika harapan bangsa ini masih ada di pundak anak-anak itu, masih ada sebuah harapan besar lewat kesederhaan pendidikan SDN BAJULAN IV .
Berkesempatan mengajar kelas satu di jam pertama , rasanya itu pasti udah “PARNO” notabene kelas 1 di SD ini tidak melalui pendidikan TK dulu tapi mereka langsung masuk SD , dan merekapun tidak begitu fasih berbahasa Indonesia “ Oh tuhan …… “ yes I Do it !! dan saya binggung mau jelasin profesi saya sebagai seorang Procurement di Oil Company , semuanya jadi blank dan akirnya belajar nulis dan bernyanyi . horeee….. saya pun bisa melampaui rintangan pertama ini dengan mulus .
Kembali ke mimpi anak-anak , saya masuk di kelas 6 , ada hal lucu dan haru ketika ada seorang siswi yang bercita-cita pengen menjadi seorang koki , saat saya bertanya “ memang kamu bisa masak apa ? “ dan anak itupun menjawab “ aku selalu di tinggal orang tua ke sawah pak, jadi tidak ada yang ngurus dan aku harus bisa masak , aku bisa masak apapun “ . Ya rabbi ini cambukan yang luar biasa , aku begitu di manjakan selama ini , tuhan selalu memberikan pelajaran kepada umatnya lewat tangan-tangan lembut , lewat malaikat kecil yang tidak pernah lelah untuk seyum dan terus memberikan gambaran nyata bahwa mereka patut dan layak untuk kita prioritaskan dalam hal pendidikan .
Sayangnya saya juga menyaksikan ironi saat KKN di Labuan Bajo Nusa tenggara timur ,bahwa ketika murid menuliskan dengan tulus penghargaan mereka berupa sajak – sajak berantai , salah seorang guru muda masih mengeluhkan tulisan mereka yang seperti cakar ayam dan bagaimana dia kewalahan ingin mengajari anak ini menulis dengan bagus .
Betapa beberapa guru kita miskin akan pujian dan penghargaan sehingga tidak bisa melihat ketulusan anak – anak tersebut merangkai kata demi kata untuk menjadi sebuah puisi .
Begitu pula ketika murid kelas 6 ingin memberikan penghargaan berupa nyanyian terima kasih guru . saya melihat ada guru senior yang berusaha menertibkan barisan mereka dengan suara keras dan bentakan .
Sebenarnya guru tersebut tidak mengetahui bahwa anak – anak bukanya tidak rapi . tetapi mereka sudah membuat formasi berdiri seperti itu .
Saya mengerti bahwa tujuan guru tersebut ingin mendisiplinkan mereka , tetapi sangat tidak sesuai konteks .apalagi dengan bentakan . Tidak lagi…
Tidak berharap mereka yang sudah berlatih di sela – sela waktu kosong , yang menghabiskan waktu bermain mereka .
Tidak ketika mereka ingin memberikan persembahan yag didorong oleh keiklasan , kesukaan , keringanan dan kecintaan terhadap guru mereka .
Maka tidaklah mengejutkan jika saya menemukan di sebuah bait puisi pendek , tulisan anak kelas 4 .. berbunyi … “ mentalku sehat , mental ibu ? ”.
Dan itu tidak terjadi dengan anak-anak SDN Bajulan IV , Begitu hebatnya semua elemen guru yang disana , mereka patut di berikan apresiasi setinggi-tingginya . Bapak Kepala sekolah yang begitu bijaksana yang hanya punya keinginan sederhana pula “ bisa menambah ruang kelas , punya perpustakaan dan siswa – siswinya kelak menjadi orang-orang yang tangguh dan kuat bahkan hebat dalam berbagai bidang ”, Bapak guru ( Lupa nama ) yang rumahnya perbatasan antara kecamatan Rejoso – Bojonegoro yang harus menempuh jarak puluhan kilometer yang tidak pernah mengeluh untuk memberikan ilmu dengan tulus dan rela berangkat sangat pagi demi mimpi dan masa depan anak-anak bajulan .
Ah……. aku pengen nangis ketika melihat kondisi pendidikan di nganjuk yang seperti ini , aku belum bisa melakukan apapun demi kota nganjuk yang selama 6 tahun memberikan ilmu yang bermanfaat sampai saya bisa seperti sekarang ini . Tapi satu yang menjadikan pelipur laraku Bahwa saya yakin dan sangat begitu yakin bahwa anak-anak bajulan IV nantinya akan jadi anak yang hebat , anak yang bisa di banggakan oleh bangsa , agama dan masyarakat . anak bajulan IV yang nantinya bisa sebagai Young Changmaker , sebagai anak-anak yang tangguh dan amanah dalam segala hal .
“ Allah won’t give you more than you can handle , if your situation seems harder than most , it’s because he knows you’re strong enough for It “
Terima kasih kelas inspirasi yang telah memberikan waktu sehari untuk melihat secara jelas realita pedidikan yang ada di negri ini , memberikan kesempatakan untuk mengawal mimpi – mimpi mereka sampai dewasa kelak , dan merasakan bahwa sebuah kesederhanaan Pendidikan itu bukan sebuah alasan kita untuk menyerah dengan sebuah keadaan .
Salam Hangat untuk seluruh relawan Kelas Inspirasi Nganjuk …….
Kelas Inspirasi “ bangun mimpi , anak Indonesia “
Aditya Putra Pradana





Tidak ada komentar:
Posting Komentar