Jumat, 14 November 2014

15 hari “ SAATNYA PEMUDA BERGERAK TIDAK CUMA BERMIMPI “

Mungkin suasana di villa aryantika tidak akan pernah di lupakan oleh 200 pemuda hebat yang tergabung dalam keluarga Young Leaders Summit 2011,3 minggu yang lalu saat kita masih bisa saling saring ,saling bertukar ide,dan pengalaman pastinya tidak akan pernah di lupakan atau malah akan selalu pengen sekali untuk kembali ke waktu itu,tapi itu hanya sekedar angan belaka toh sekarang kita sudah berada pada dunia masing-masing,kehidupan yang selalu menuntut kita untuk think smart  dan harus bisa menempatkan diri pada poros yang tepat supaya kita tidak akan pernah merasakan yang namanya kata “ GAGAL” untuk kesekian kalinya.

          Pasti banyak orang akan bertanya,apa makna dari judul  15 hari “ SAATNYA PEMUDA BERGERAK TIDAK CUMA BERMIMPI “. Berawal dari sebuah mimpi,dan sebuah harapan yang harus di realisasikan tidak hanya sekedar ide dan gagasan belaka,tapi sebagai pemuda kita harus mampu bergerak dan memulai untuk berkontribusi.sebagai pemuda kita tidak boleh hanya mengeluh dan diam menunggu sebuah perubahan,apa kata dunia jika pemuda Indonesia hanya banyak mengeluh saja..bagaimana persaan para pejuang yang telah berjuang keras merebut KEMERDEKAAN,apakah sang ibu pertiwi tidak akan menangis melihat kita Cuma diam tanpa sebuah pergerakan,bagaimana sang garuda akan mengepakan sayapnya jika kita tidak juga melakukan sebuah Pergerakan.

           3 hari di bogor mungkin tidak cukup buat para 200 pemuda hebat untuk bertukar ide dan pengalaman,tapi 3 hari itu telah membuat saya memulai untuk bergerak dan banyak ilmu yang aku dapatkan.banyak ispirasi yang datang,dan mulai banyak ide yang kedepanya aku lakukan untuk membikin sebuah perubahan.saat saya tergabung dalam kelompok Tan Malaka yang mendapatkan sebuah project Sekolah Rakyat Bogor ,dari sanalah makna sebuah Kemerdekaan itu mulai saya pertanyakan,apa sebenarnya makna dari Merdeka itu? Apa hanya saat kita perang menang? Atau banyak rakyat yang mulai menikmati kehidupan yang layak,layak dalam pendidikan,layak kesehatan dll.tapi Kemerdekaan itu sungguh tidak di rasakan rakyat bogor kususnya di sekitar cisarua.dalam pikiran setiap orang pasti kota bogor adalah sebuah kota yang indah,dan mungkin bahkan tidak akan pernah ada orang yang putus sekolah,tapi kenyataanya banyak permasalahan disana mulai banyak anak usia produktif yang putus sekolah,dan mindset para orang tua yang masih berfikir “ Buat apa sekolah kalau nanti juga jadi petani,kalau nanti juga jadi istri di dapur “ apa kata dunia jika Mindset mereka masih seperti itu.

          Sekolah Rakyat Bogor adalah salah satu solusinya,walaupun banyak tantangan dan hambatan tapi para Pejuang Bogor tidak pernah lelah walaupun kebanyakan dari Volenteer nya adalah seorang guru yang dari pagi ngajar ,tapi beliau tidak pernah capek dan patah semangat. Saya masih ingat dari kata seorang guru sekolah rakyat bogor “ kami dari pagi ngajar,tapi itu tidak membuat kami lelah,walaupun banyak hambatan tapi itu membuat kami terus mencari sebuah solusi,walaupun disini gaji kami habis buat transportasi buat ke tempat ngajar tapi itu tidak masalah yang terpenting adalah banyak anak yang mulai bisa sekolah lagi dan memiliki cita-cita,walaupun sekolah kami hanya beralaskan tikar dan Cuma hanya 1 papan tulis dari 3 kelas yang ada tapi bagi kami itu bukan masalah terbesar,yang menjadi masalah adalah saat orang tua murid tidak memperbolehkan anaknya untuk sekolah “. Sungguh ironis bukan,apa kata dunia jika kita sebagai pemuda tidak peka terhadap apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar , kita tidak mulai bergerak dan mencari sebuah solusi.
          Dari situlah saya belajar banyak hal,saya berusaha peka dan mencari permasalahan yang ada di kota Nganjuk Jawa Timur,kota yang memberikan banyak ilmu dan pengalaman selama 5 tahun.mungkin kota Nganjuk tidak memiliki angka putus sekolah yang tinggi tapi ada masalah besar yang saya cermati,pemberdayaan pemuda yang kurang dan minimnya kegiatan social yang ada.disnilah saya timbul sebuah ide untuk membuat kegiatan sosial yang konsen pada bidang pendidikan,pada awalnya saya ingin mendirikan sebuah komunitas Nganjuk Mengajar yang memberikan sekolah gratis dan ijasah Paket B dan Paket C kepada setiap murid,ada beberapa tempat yang kami pakai 4 kecamatan yaitu kecamatan Rejoso,Kecamatan gondang,Kecamatan Wilangan ,dan Kecamatan Sawahan.di setiap sebuah pergerakan pasti timbul sebuah hambatan,itulah yang terjadi pada Tim Nganjuk Mengajar,saat saya berkunjung di dinas Dikpora bersama yani racmawati  di bagian PLS (Pendidikan Luar Sekolah ) yang biasanya mengurus masalah sekolah kejar Paket ternyata hampir seluruh kecamatan sudah ada,dan menurut ibu hesti semua kegiatan itu sudah aktif berjalan saat Pemerintah Mewajibkan Wajib Belajar 9 tahun.kami sebagai pemuda harus berusaha untuk berfikir cerdas dan tepat,menurut saran dari mbk tantien salah satu teman di YLS yang sudah berkecimpung di dunia pendidikan,kenapa tidak buka rumah baca dulu saja ? ,dan dari situlah muncul sebuah ide baru untuk membuka Rumah Baca Nganjuk “ together be smart “,ya 15 hari yang lalu lah kami memulai pergerakan ini,dan sangat luar biasa sekali antusias dari warga nganjuk dan para pemuda di dalamnnya saya sangat tidak menyangka.dalam waktu 15 hari penggalangan buku udah mencapai 20 kardus,dan setiap hari ada buku yang masuk dan diambil oleh tim Rumah Baca Nganjuk.

           Para pejuang yang lainya mulai berdatangan untuk menawarkan rumah mereka untuk dibuat rumah baca itu,saya percaya ALLAH itu selalu menolong hambanya yang lagi meminta pertolongan,banyak sekali tawaran yang datang selama 15 hari itu,selain tawaran rumah yang ditempai sebagai tempat baca juga beberapa sekolah yang ada di nganjuk menawarakan untuk membantu penggalanga buku di sekolahnya,sebuah radio juga menawarakan untuk menyiarkan secara gratis padahal awalnya kami disuruh bayar 7500/1 menit dan semua itu datang dengan tiba-tiba.selain itu banyak para volunteer yang mendaftarkan diri untuk ikut mengajar di rumah baca nganjuk,oleh sebab itu Rumah baca Nganjuk selain membuka perpustakaan setiap satu minggu sekali kami juga mengadakan les bahasa inggris ,matematika,melukis,menari,dll dan semuanya yang mengajar adalah para volunteer.serasa seperti sanggar pasti nantinya Rumah Baca Nganjuk “Together Be Smart “.semua itu hanya datang dalam waktu 15 hari.

           Jangan pernah takut untuk memulai sebuah pergerakan,jangan pernah takut dengan sebuah hambatan karena seorang pemuda itu penuh dengan daya kreasi dan kudu harus mesti berfikir cerdas dan cepat untuk mencari sebuah solusinya itu.kalau puny aide silahkan di lakukan jangan hanya di pendam di otak saja….

Terima kasih buat teman2 Young Leaders Summit 2011 yang telah member saya banyak ilmu
Buat Mbk Tantien yang selalu mensupport dan memberikan masukan
Buat pak imam yang telah banyak memrikan masukan walaupun hanya lewat tlp
Buat bella yang jauh di jambi makasih juga ilmu yang kamu kasih
Baut tim ku yudha,tiwi,yani,ulfi,restania,nurul,muazir dan gak bisa aku sebutin satu-satu maksih banyak ^_^

MARI BERGERAK DAN MULAI MEMBUAT SEBUAH PERUBAHAN

*Tulisan lama yang di posting kembali *

Kelas Inspirasi Nganjuk : “ Panggilan Jiwa Para Pejuang Pendidikan ”

“Menjadi Guru adalah pilihan , bukan dipilihkan , bukan pula karena tidak ada pilihan lain “ – aditya -2014

Semua hanya masalah waktu , waktu bagi kaum terdidik untuk terjun langsung mendidik generasi penerus bangsa . Kelas Inspirasi Nganjuk telah membuktikanya , dengan sehari mengajar di sekolah dasar , Para Profesional rela cuti sehari  merelakan tenaga,waktu dan pikiranya  untuk melihat secara dekat bahwa anak-anak ( Read : SD ) perlu diberikan bimbingan , pengarahan dan di tunjukan role model secara nyata tentang mimpi dan cita-cita .


Saya pribadi adalah bagian dari salah satu dari relawan pengajar , mengajar adalah bukan sebuah “ Pasion “ . tapi , saat ini  mengajar adalah tugas kita bersama , bukan hanya guru , lembaga pendidikan dan dinas pendidikan tapi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Kali ini saya berkesempatan melihat anak hebat bangsa dari dekat di SDN BAJULAN IV , sebuah SD yang begitu sangat sederhana di kecamatan loceret ini hanya mempunyai 3 ruang kelas , setiap kelas di isi 2 kelas ( Misal kelas 1 dan kelas 2 ) , ruang kelas yang begitu sederhana itu hanya di beri sekat sebuah triplek yg sudah kusam dan tidak layak pakai , dan sekolah inipun tidak memiliki sarana dan prasarana ( perpustakaan , mushola ,dll ) seperti yang memadai seperti SD di Kota . saya tidak akan banyak cerita menyedihkan tentang sekolah ini , tapi saya akan bercerita bagaimana mimpi-mimpi anak itu yang begitu membanggakan . sekolah boleh tidak layak , jarak  sekolah dari rumah boleh puluhan kilometer tetapi semangat belajar anak – anak SDN BAJULAN IV tidak boleh di pandang sebelah mata .


SD yang berjarak 20 KM dari pusat kota nganjuk ini hanya memiliki 60 siswa , datang kedua kali di SD ini saat hari Inspirasi tanggal 29 september 2014 membuat saya begitu semangat di pagi harinya , seperti ada sebuah kekuatan besar untuk memanjakan anak –anak ( SD ) selama seharian , entahlah ini mungkin sebuah cara saya untuk mengabdi pada bangsa dan Negara , berangkat jam 6 pagi bersama Akbar ( fasilitator ) , Aldea ( Inspirator - Konsultan) , Lia ( Inspirator – Pengusaha ) , Adiarsa ( Inspirator – dokter hewan ) , Arif ( fotografer ) ,adinda ( Fotografer ) dan Anggit ( Panitia ) . kami adalah tim yang seharian itu mencoba menstransfer ilmu dengan cara yang sederhana , mencoba melihat secara dekat jika harapan bangsa ini masih ada di pundak anak-anak itu, masih ada sebuah harapan besar lewat kesederhaan pendidikan SDN BAJULAN IV .


Berkesempatan mengajar kelas satu di jam pertama , rasanya itu pasti udah “PARNO” notabene kelas 1 di SD ini tidak melalui pendidikan TK dulu tapi mereka langsung masuk SD , dan merekapun tidak begitu fasih berbahasa Indonesia “ Oh tuhan …… “ yes I Do it !! dan saya binggung mau jelasin profesi saya sebagai seorang Procurement di Oil Company , semuanya jadi blank dan akirnya belajar nulis dan bernyanyi . horeee….. saya pun bisa melampaui rintangan pertama ini dengan mulus .




Kembali ke mimpi anak-anak , saya masuk di kelas 6 , ada hal lucu dan haru ketika ada seorang siswi  yang bercita-cita pengen menjadi seorang koki , saat saya bertanya “ memang kamu bisa masak apa ? “ dan anak itupun menjawab “ aku selalu di tinggal orang tua ke sawah pak, jadi tidak ada yang ngurus dan aku harus bisa masak , aku bisa masak apapun “ . Ya rabbi ini cambukan yang luar biasa , aku begitu di manjakan selama ini , tuhan selalu memberikan pelajaran kepada umatnya lewat tangan-tangan lembut , lewat malaikat kecil yang tidak pernah lelah untuk seyum dan terus memberikan gambaran nyata bahwa mereka patut dan layak untuk kita prioritaskan dalam hal pendidikan .


Sayangnya saya juga menyaksikan ironi saat KKN di Labuan Bajo Nusa tenggara timur ,bahwa ketika murid menuliskan dengan tulus penghargaan mereka berupa sajak – sajak berantai , salah seorang guru muda masih mengeluhkan tulisan mereka yang seperti cakar ayam dan bagaimana dia kewalahan ingin mengajari anak ini menulis dengan bagus .

Betapa beberapa guru kita miskin akan pujian dan penghargaan sehingga tidak bisa melihat ketulusan anak – anak tersebut merangkai kata demi kata untuk menjadi sebuah puisi .

Begitu pula ketika murid kelas 6 ingin memberikan penghargaan berupa nyanyian terima kasih guru . saya melihat ada guru senior yang berusaha menertibkan barisan mereka dengan suara keras dan bentakan .
Sebenarnya guru tersebut tidak mengetahui bahwa anak – anak bukanya tidak rapi . tetapi mereka sudah membuat formasi berdiri seperti itu .
Saya mengerti bahwa tujuan guru tersebut ingin mendisiplinkan mereka , tetapi sangat tidak sesuai konteks .apalagi dengan bentakan . Tidak lagi…
Tidak berharap mereka yang sudah berlatih di sela – sela waktu kosong , yang menghabiskan waktu bermain mereka .
Tidak ketika mereka ingin memberikan persembahan yag didorong oleh keiklasan , kesukaan , keringanan dan kecintaan terhadap guru mereka .
Maka tidaklah mengejutkan jika saya menemukan di sebuah bait puisi pendek , tulisan anak kelas 4 .. berbunyi … “ mentalku sehat , mental ibu ? ”.




Dan itu tidak terjadi dengan anak-anak SDN Bajulan IV , Begitu hebatnya semua elemen guru yang disana , mereka patut di berikan apresiasi setinggi-tingginya . Bapak Kepala sekolah yang begitu bijaksana yang hanya punya keinginan sederhana pula “ bisa menambah ruang kelas , punya perpustakaan dan siswa – siswinya kelak menjadi orang-orang yang tangguh dan kuat bahkan hebat dalam berbagai bidang ”, Bapak guru ( Lupa nama ) yang  rumahnya perbatasan antara kecamatan Rejoso – Bojonegoro yang harus menempuh jarak puluhan kilometer yang tidak pernah mengeluh untuk memberikan ilmu dengan tulus dan rela berangkat sangat pagi demi mimpi dan masa depan anak-anak bajulan .
Ah……. aku pengen nangis ketika melihat kondisi pendidikan di nganjuk yang seperti ini , aku belum bisa melakukan apapun demi kota nganjuk yang selama 6 tahun memberikan ilmu yang bermanfaat sampai saya bisa seperti sekarang ini . Tapi satu yang menjadikan pelipur laraku Bahwa saya yakin dan sangat begitu yakin bahwa anak-anak bajulan IV nantinya akan jadi anak yang hebat , anak yang bisa di banggakan oleh bangsa , agama dan masyarakat . anak bajulan IV yang nantinya bisa sebagai Young Changmaker , sebagai anak-anak yang tangguh dan amanah dalam segala hal .

 “ Allah won’t give you more than you can handle , if your situation seems harder than most , it’s because  he knows you’re strong enough for It “


Terima kasih kelas inspirasi yang telah memberikan waktu sehari untuk melihat secara jelas realita pedidikan yang ada di negri ini ,  memberikan kesempatakan untuk mengawal mimpi – mimpi mereka sampai dewasa kelak , dan merasakan bahwa sebuah kesederhanaan Pendidikan itu bukan sebuah alasan kita untuk menyerah dengan sebuah keadaan .
Salam Hangat untuk seluruh relawan Kelas Inspirasi Nganjuk …….
Kelas Inspirasi “ bangun mimpi , anak Indonesia “
Aditya Putra Pradana